Selasa, 11 Juli 2017

Catatan Beradaptasi

KKN Kecamatan 2x11 Kayutanam, Nagari Anduring, Korong Lubuk Aur. 2017


-Selasa, 4 Juli 2017

Dini hari tersentak, bersiap, melaksanakan  subuh. Aku masih setengah hati pergi, tak apalah. Pukul 9, berkumpul di Unand, menunggu bus hingga 11. Berangkat ke lokasi, singgah di Rumah Makan Nan Kanduang, Batang Anai. Matahari di jam 2 siang, tibalah rombongan di Kantor Wali Nagari. Berbenah, penyambutan dan segala macam tetek bengeknya. Sore hari menempati rumah di Kampung Jambak, Korong Lubuk Aur. Persis di depan Mushalla Akbar. Beramah tamah dengan orang-orang pemilik rumah. Membersihkan diri selepas maghrib, berjamaah shalat. Kemudian ada acara televisi menarik. Menonton hingga tertidur dan terbangun pukul 5.

-Rabu, 5 Juli 2017

Perdana subuh berjamaah, mari berlomba mengukur dingin mana, antara rindu dengannya dan suhu disini, sama-sama menusuk. Kemudian, menyambung kembali perjalanan ke alam mimpi, batal. Sarapan lontong di pagi hari, bercengkrama dengan teman-teman yang lain. Mandilah diriku yang kotor ini pukul 9 kalau tak salah, kemudian keluar mencari kehidupan untuk smartphone dan motor. Tak lama kemudian, hujan. Dua temanku yang lain pergi ke Parit Malintang untuk membuat spanduk posko. Kemudian aku makan sendiri, tapi bersama tamu pemilik rumah, dia jauh dari Surian, anaknya ingin masuk Farmasi. Kemudian dua temanku datang, memasang spanduk dan mulailah pencitraan diantara Korong yang lain. Sore harinya diriku, Dilla, Mutia kuadrat pergi mengelilingi Nagari Anduring menggunakan motor. Kami terpisah, bertemu Keken dan lainnya di Lubuk Napa sedang berjalan kearah Kampung Tangah. Kemudian kami pulang, aku menonton The Boss Baby. Maghrib dan Isya berjamaah, makan malam, kemudian duduk di Kedai Kopi didepan rumah kak Sarah, pukul 10 kami beranjak. Aku bersiap untuk tidur sembari memupuk rindu dengan wanita di Pasaman Timur, simpang alahan mati. Tak lama kemudian, tertidur. Ah iya, di hari ini perutku sakit karena mie.

-Kamis, 6 Juli 2017

Baiklah, aku sedang melawan subuh yang menerkamku dengan senjata suhunya. Setelah aku beribadah, kembali kerumah dan menyambung mimpi namun sekali lagi gagal. Berencana pagi untuk keliling korong namun gagal dan berakhir dengan sarapan nasi goreng. Kemudian membantu Ungku mengecor jalan, kukira jalan tol kayutanam-padang namun hanya jalan dibelakang mushalla. Mengangkat dan mengaduk semen, mengangkat pasir. Hingga pukul 11 pagi, kemudian bebersih diri, shalat dan makan. Kemudian aku sebagai perwakilan pergi rapat, Alen dan Pilman tinggal untuk membantu mengecor jalan lagi. Kami mengadakan rapat nagari di TK sebelah kantor wali nagari. Bertemu rekan-ekan dari korong lain, ah rindu bisa saja. Sembari rapat ada saja hal yang menyenangkan. Selesai rapat, kembali pulang dan ibadah shalat ashar. Kemudian aku membuka laptop dan menyambung tulisan dan menonton video. Masuk maghrib, bergegaslah. Shalat kemudian kiranya membaca al-quran bersama, gugup sudah kiranya menerpaku, aku takut bacaanku salah dan sering dibetulkan, namun setelah itu semua berjalan dengan baik-baik. Tak lama kemudian isya datang. Setelah itu makan malam dan merencanakan kegiatan dengan rekan-rekan yang lain. Setelah itu kembali ke posko dan beristirahat. Kembali lagi aku memupuk rindu dengan mengetik pesan ke dia. Ah, baik-baik saja rupanya. Baiklah, selamat mimpi indah

-Jumat, 7 Juli 2017

Kembali bertarung melawan dingin subuh, tersaruk langkah menuju Musolla Akbar kampung Jambak, Korong Lubuk Aur. Setelah selesai perkara ibadah, kembali bergumul dengan selimut hangat di posko. Sampai pukul 8 pagi, beberes rumah, kemudian sarapan. Bebersih diri untuk bersiap shalat jumat di mesjid besar kayutanam. Hari hujan, nada turunnya cantik berirama. Aku berpisah dengan kawanku, mereka membeli kuota internet. Ak ke kedai tek liwar dan kopi hitam disana nanti yang akan menemaniku, kutunggu mereka tak datang jua, kuputuskan kembali ke posko, bercengkerama lagi dengan Kak Sarah, Mutia dan Dila. Hingga ashar tiba dan aku masih bersantai. Ah, terkadang aku ingin rindu tapi terhalang oleh keadaan yang represif seperti ini. Apa kabar ayah, bunda, leoni, dea, kak farah, dila, dan...kamu? semoga dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. Setelah menunaikan ashar, kami berkumpul untuk membahas proker tematik. Sampai maghrib tiba dan kami menundanya kembali hingga selepas isya. Setelah makan malam sesudah menunaikan isya, kami rapat kembali. Suasana canda dan tawa hangat menaungi kami berenam. Jam 10 kurang, kami selesai dan memutuskan kembali ke peraduan masing-masing.

-Sabtu, 8 Juli 2017

Dimuali dari ketidak hadiran diri ke subuh berjamaah, terpedaya kenikmatan alam mimpi sehingga memutuskan untuk subuh sendiri. Kemudian melanjutkan tidur-tiduran sampai pukul 7 dan bersiap-siap untuk keliling korong lubuk aur. Berjalan keliling dengan latar belakang gunung merapi, sawah dan sapaan orang sekitar, kemudian di batu larung kami menunggu di pondok sembari beristirahat dan memakan durian, selepas itu kami kembali pulang. Ah iya, sesampai dirumah, aku dan Pilman bersiap untuk memotong pohon ceri, Alen pergi mencetak spanduk nagari dan para perempuan pergi berbelanja. Setelah selesai dan memasuki waktu zuhur, kami bersiap untuk mandi di air terjun sipisang bersama adik-adik di kampung jambak. Setelah sampai disana, puaslah kami mandi dan bermain. Sampai pukul 4 kami bersiap untuk pulang dan shalat ashar. Dan pukul 5 lewat aku dan Alen pergi rapat ketua korong se-nagari anduring. Membahas rapat tematik revolusi mental. Setelah maghrib, kami pulang, menunaikan shalat maghrib. Kemudian makan malam. Dan terakhir, kai menyiapkan acara bakar-bakar ikan beserta makan durian. Terimakash untuk hari ini

-Minggu, 9 Juli 2017

Kembali lagi, absen subuh berjamaah. Tak apalah menunaikan sendiri. Setelah itu seperti biasa, bergolek-golek ria sampai jam 9. Bersiap diri, sarapan, kemudian pergi ke lubuk napa untuk rapat se-nagari anduring. Membahas tentang proker tematik yaitu gerakan revolusi mental. Rapat berjalan, pendapat sana-sini, sanggahan, dan akhirnya akupun bersuara juga. Kuutarakan pendapatku bahwa lebih fleksibel sistem proker gerakan revolusi mental yang ada 5 buah itu dibagi per fakultas yang sesuai keilmuannya masing-masing, ah tapi tak usahlah kutulis. Aku hanya ingin memberikan opiniku untuk musyawarah bukan untuk dipamerkan kembali disini. Setelah itu rapat nagari selesai dan dilanjutkan rapat gerakan revolusi mental, aku mendapat gerakan Indonesia bersatu, bersama Vanli Isbro, Andi dari Unhas, Eta yang sebenarnya dia mendapat gerakan Indonesia bersih namun karena sendirian memilih untuk berkoalisi bersama kami. Kemudia bang Fuad juga ikut. Rapat selesai sekitaran pukul 2 siang. Kembali ke posko, makan siang. Dan bercerita hal lucu sesama rekan korong lubuk aur. Sampai ashar tiba, aku ke posko cowok, bergolek ria kembali, menghabiskan waktu merenung. Maghrib tiba, berjamaah, kemudian setelah dari musholla, para perempuan penghuni posko sebelah mengabarkan bahwa sambal untuk makan malam tinggal sedikit, maka kita harus makan diluar, baiklah, kami beersiap-siap. Selepas Isya, kami pergi mencari makan diluar nagari, kami menghampiri warung bakso. Setelah kenyang, kembali pulang, menarik selimut, dan tidur.




0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Entri Populer